Rabu, 13 Desember 2017

PKI (Partai Komunis Indonesia)


Sepertinya kalo bicara yg satu ini gak ada habisnya.
Seperti hari-hari besar keagamaan, kenegaraan selalu di rayakan setiap tahunnya.

Hak setiap orang memang untuk membenci PKI, terlebih jika kita ingat tentang sepak terjang PKI di Indonesia, mulai dari pembunuhan para Kyai-kyai di Jawa Tengah dan Jawa Timur, pembunuhan Para Jenderal Angkatan Darat. Dan pemberontakan2 di berbagai daerah yg menghancurkan tatanan kebangsaan.

Tapi jgn lupa teman2. Yg kita benci itu kejadian-kaejadian atau tragedy-tragedi berdarah yg dilakukan oleh PKI.  Dan beberapa ideologinya yg bertentangan dgn agama kita, tidak semuanya yah..
Karna tidak semua ajaran komunis itu buruk.
Contohnya: hak2 para buruh, Serikat buruh yg ada di dunia ini salah satu gagasan faham komunis. ILO yg di bawah PBB. Di buat dan di pengaruhi faham faham ideologi komunis. Serikat buruh bertujuan agar buruh mendapatkan hak2 nya. Tidak diperlakukan semena-mena oleh sang majikan. Pekerja dgn sistem jual beli budak sangat di tentang. Ideologi komunislah yg bersuara lantang. Menentang sistem kapitalis itu.

Selanjutnya
, Setelah peristiwa 30S thun 65 banyak juga terjadi tragedi kemanusiaan, Ribuan orang eks PKI mati oleh Tentara, mereka mendapatkan hukuman tanpa ada proses pengadilan. 

Menurut saya itu salah...

B
agaimana mungkin menghukum orang tanpa ada pembuktian pengadilan. Orang yg baru di duga pki di tembak begitu saja. Di buang k Pulau Buru.
Itu p
engadilan jalanan namanya..

Seperti
Muhamad Al Zahra (joya) baru di duga mencuri ampli di Bekasi langsung di bakar masa. Dan mati tanpa proses pengadilan. Apa seperti itu hukum yg kita kehendaki...?

Yg paling diprihatinkan dari efek 30S ini.
Oleh masyarkat pemerhati kemanusiaan adalah Stigma di masyrakat Untuk membenci keturunan pki. Orde baru jelas2 membatasi gerak gerik keturunan pki. Keturunan pki susah dpt kerja. Di diasingkan. Di kucilkan. Di pecat ketika punya jabatan....
Ini pemikiran apa????

Yg berdosa si kakek.
Yg m
enanggung dosa si cucu...
Ayat suci kita mengajarkan seperti itu....?
Yg saya tahu tidakkkkk.
Cukup sial dan malang rasanya
Seorang anak yg baru lahir
Harus menerima k
enyataan pahit
Atas dosa2 pendahulunya...

Pemikiran2 seperti itu tidak lahir
Dari ayat2 suci dalam agama,  Tapi dari elit elit politik yg terus menggiring opini publik Untuk sebuah pembenaran Yg blm tentu benar...
Ini cuma
analisa pemikiran saya, karena isu isu tentang PKI ini terus mencuat ke permukaan.
Jika kita sangkut pautkan dalm politik, aduh ampun deh….

Saya tidak terlalu gairah untuk membicarakan dlm konteks politik (karena smua serba abu abu).
entah seperti apa yg sebenarnya terjadi pada G30S itu, satu pihak bilang begini, pihak lainnya bilang begitu,
kita yg memang tidak lahir di jaman itu, menjadi bingung.....

K
alaupun kita bicara dlm konteks pemberontakan/penghianatan negara. Ada kalanya pmberontak itu juga di sebut pahlawan. Bukan dlm kasus kejadian G30S. Itu jelas2 kejadian keji yg menculik dan membunuh orang, demi sebuah ambisi politik.

Nelson mandela dituduh pemberontak penghianat negara. Dan di penjarakan negaranya.
Lalu
lihatlah bagaimana setelah beliau keluar dari penjara??
Banyak negara2 yg mengaguminya, Padahal beliau pernah berpredikat sbg pemberontak ngara.

Bicara p
emberontakan dan penghianatan negara di Indonesia. Bukan cuma PKI, Darul Islam, Tentara Islam Indonesia, Permesta, Bintang Kejora Papua (OPM), GAM Aceh. Dll.

Klo b
angsa ini terus2an, tragedi sejarahnya dijadikan tolak ukur untuk sebuah kebencian.
Susah rasanya membangun negara di atas elemen2 b
a
ngsa yg trus saling bermusuhan.

Pernah ada beb
erpa pemuda yg cukup berani dlm bertindak. Karena merasa gerah dan prihatin dgn permusuhan yg tak berujung ini.

Mereka mempertemukan
, Anak2 pelaku pembunuhan (anak pki) dengan Anak2 korban pembunuhan (anak jenderal)Ide yg luar biasa dan tak akan pernah terjadi di masa ORDE BARU. 

di situ di sepakati. rekonsiliasi/islah perdamaian, Sudahi permusuhan.

Ayo kita ini elemen bangsa.
Bangun bersama_sama.

Tapi tetap saja stagnan tak bergerak.

Karena isu kebangkitan pki terus mencuat....
Di pakai oleh politik politik kompor.
Untuk m
enjatuhkan lawan politiknya.

Isu kebangkitan pki bukan di tahun ini saja.
Hampir setiap tahun d bln september.
Saya ingat sekali waktu tinggal d bandung.
Thn 99 dapt stiker :

"awas bahaya laten komunis di sekitar kita"

S
aya tempel stikernya di pintu kosan.
Dgn harapan orang2 pki tidak merayu kami.
Untuk ikut faham2 mereka.

Seiring waktu mulai faham
, Itu hanyalah isu kecil yg trus di goreng oleh elit politik.

Agus
Widjoyo putra Brigjen Sutoyo orang yg dibunuh pki dan bapaknya dijeblosin ke lubang buaya.
Lebih memilih perdamaian. Padahal beliaulah yg lebih berhak untuk marah. Beliau posisinya korban, bapaknya mati di bunuh pki.

Belajarlah dari

REKONSILIASI / ISLAH PERDAMAIAN GAM. 

Aceh sekarang damai tidak l
agi kita dengar tentara mati di tembak GAM. Pemuda Aceh mati di tembak tentara, kematian yg sia-sia hanya karena perbedaan pemahaman tentang negara.
Bahkan
yg saya pernah dengar gubernur Aceh itu pernah di jabat oleh eks anggota GAM.
Bupati camat lurah. B
anyak di duduki oleh punggawa2 GAM. Mereka itu bukan lagi anak cucu dari GAM. Tapi memang mantan personil/anggota GAM.

LALU, ADA TIDAK ISU TENTANG KEBANGKITAN GAM????

Selanjutnya bukan tidak mungkin.
Dari mereka yg dulu anggota GAM yang angkat senjata melawan negara dan berpredikat sbg penghianat dan pemberontak bangsa.

Akan menjadi Presiden Negara ini....

Mungkin saja, apa yg tidak mungkin.....???

ITULAH NIKMATNYA PERDAMAIAN.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Islam Jawa

ISLAM JAWA oleh : Gus Muwaffiq Ternyata, jaman dulu ada orang Belanda namanya Snouck Hurgronje. Dia ini hafal Alquran, Sahih Bukh...